Kamis, 08 Januari 2015

Benarkah Anda Sudah Ber iman ?

memang sengaja saya membuat judul tulisan ini begitu buruk , seolah mempertanyakan imannya seseorang siapapun yang membacanya , padahal sebenarnya pertanyaan ini sedang mengusik diri saya secara pribadi , itu sebabnya saya mencoba menggali jawaban dari sumber kebenaran itu sendiri yaitu alquran untuk dapat menjawab serta meluruskan pertanyaan saya itu sendiri .

ada beberapa ayat didalam alquran yang ketika untuk pertama kalinya saya mendengar dalam kajian alquran saya cukup tercengang dengan ayat itu , yaitu surat As Shura (42) ayat 51 - 53

وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ اَنۡ يُّكَلِّمَهُ اللّٰهُ اِلَّا وَحۡيًا اَوۡ مِنۡ وَّرَآىٴِ حِجَابٍ اَوۡ يُرۡسِلَ رَسُوۡلًا فَيُوۡحِىَ بِاِذۡنِهٖ مَا يَشَآءُ‌ؕ اِنَّهٗ عَلِىٌّ حَكِيۡمٌ

وَكَذٰلِكَ اَوۡحَيۡنَاۤ اِلَيۡكَ رُوۡحًا مِّنۡ اَمۡرِنَا‌ ؕ مَا كُنۡتَ تَدۡرِىۡ مَا الۡكِتٰبُ وَلَا الۡاِيۡمَانُ وَلٰـكِنۡ جَعَلۡنٰهُ نُوۡرًا نَّهۡدِىۡ بِهٖ مَنۡ نَّشَآءُ مِنۡ عِبَادِنَا‌ ؕ وَاِنَّكَ لَتَهۡدِىۡۤ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسۡتَقِيۡمٍۙ

صِرَاطِ اللّٰهِ الَّذِىۡ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الۡاَرۡضِ‌ؕ اَلَاۤ اِلَى اللّٰهِ تَصِيۡرُ الۡاُمُوۡرُ

" dan tidaklah pernah ada bagi seorang manusia pun yang Allah berkata-kata dengannya kecuali wahyu ataukah dari belakang hijab ataukah Dia utus seorang rasul lalu
dia sampaikan wahyu itu apa-apa yang Dia kehendaki , sungguh Dia itu Maha Tinggi lagi Maha Bijaksana "

" dan demikianlah kami wahyukan kepada engkau (muhammad rasulullah) Ruh dari urusan-urusan kami , tidaklah sebelumnya engkau tahu apa itu Al Kitab dan apa itu Al iman , akan tetapi kami jadikan dia itu cahaya yang kami beri petunjuk dengannya itu siapa-siapa dari hamba kami yang kami kehendaki , dan sungguh engkau itu (muhammad rasulullah) benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang istiqamah "

" jalan Allah yang milik Nya lah apa-apa yang dilangit dan apa-apa yang di bumi , ketahuilah/ingatlah kepada Allah lah kembalinya segala urusan "

pertama yang saya pahami adalah adanya cara Allah untuk menyampaikan apa yang menjadi kehendak Nya atas segala urusan yang harus dilaksanakan manusia dalam kehidupannya di alam semesta bumi ini , tak ada cara lain kecuali dalam bentuk wahyu , entah bagaimanakah caranya apakah dengan cara melalui dari balik tabir ataukah melalui perantara seorang rasul yang menyampaikan wahyu , begitulah caranya wahyu itu sampai kepada seorang hamba yang Dia sendiri yang memilih diantara hamba-hamba Nya untuk menerima wahyu itu . Dalam persoalan hamba Nya yang menerima wahyu cukup kita tahu bahwa Muhammad Rasulullah beliau itu adalah hamba Nya yang terakhir yang menerima wahyu langsung dari Allah melalui perantara malaikat Nya (jibril) .

yang menjadi unik disini adalah sesuatu yang cukup menggelitik hati dan jiwa saya adalah ternyata beliau itu muhammad rasulullah adalah manusia yang dari awalnya saja tidak tahu apa itu Al Kitab dan apa itu Al Iman , sengaja saya tuliskan Al Kitab dan Al Iman agar kita jelas apa yang dimaksud Al Kitab maupun Al Iman karena disitu ada Lam Ta'rif artinya sesuatu yang jelas , sesuatu yang tertunjuk ada bentuk dan wujudnya bukan sesuatu yang umum atau asal atau tidak tahu barangnya mana . Muhammad rasulullah tidak pernah mungkin membayangkan bahwa apa yang dia terima itu nantinya Allah sebut itu Al Kitab dan apa yang dia perbuat atas wahyu yang turun kepada beliau itu disebut Al Iman . Inilah yang menggelitik hati saya untuk mengkaji dan mendalami serta berbuat dengan apa yang turun kepada Muhammad rasulullah itu agar saya paham makna daripada Al Kitab maupun makna daripada Al Iman itu sendiri .

Benarkah anda sudah ber iman ?

memang benar secara bahasa " iman " itu artinya percaya , berasal dari bahasa arab yang akar katanya " amana " alif , mim , nun . dalam makna iman secara islam berarti percaya kepada Allah , percaya kepada malaikat-malaikat Nya , percaya kepada kitab-kitab Nya , percaya kepada rasul-rasul Nya sebagaimana didalam surat al baqarah (2) ayat 285

اٰمَنَ الرَّسُوۡلُ بِمَاۤ اُنۡزِلَ اِلَيۡهِ مِنۡ رَّبِّهٖ وَ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ‌ؕ كُلٌّ اٰمَنَ بِاللّٰهِ وَمَلٰٓٮِٕكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ

لَا نُفَرِّقُ بَيۡنَ اَحَدٍ مِّنۡ رُّسُلِهٖ‌ وَقَالُوۡا سَمِعۡنَا وَاَطَعۡنَا‌ غُفۡرَانَكَ رَبَّنَا وَاِلَيۡكَ الۡمَصِيۡرُ

" telah beriman para rasul itu dengan apa-apa yang diturunkan kepadanya dari rabbnya dan begitu pula orang-orang yang beriman , tiap-tiap diri itu beriman kepada Allah dan malaikat Nya dan kitab-kitab Nya dan rasul-rasul Nya dan kami tidak membeda-bedakan diantara salah seorang rasul-rasul itu dan mereka mengatakan kami telah mendengar dan kami telah mentaati maka ampunilah kami wahai rabb kami dan kepada Mu lah tempatnya kembali "

kalau melihat dan mencoba memahami dari ayat tersebut diatas , terasa jelas salah satu bentuk dari wujud iman adalah percaya adanya Allah dan percaya bahwasanya Dia itu adalah ilahnya , rabb nya . ilah nya sebagai tempat kepadaNya lah mempersembahkan dirinya , ber ubudiyah kepada Nya dengan memperhambakan diri dan memahami bahwa Allah lah rabb nya dimana Dialah yang mengatur , membimbing , mendidik , menyantuni hingga pantaslah bahwa diri ini kepadanya menyerahkan diri untuk diatur , dibimbing , dididik dan sebagai tempat meminta santunannya . terasa bahwa rasulullah sendiri adalah pribadi yang sama yang mendahului untuk beriman kepada Allah , berprinsip sama dengan siapa saja yang beriman yaitu " kami telah mendengar dan kami telah mentaatinya ".

adanya prinsip mendengar dan mentaati itu lah awal dari adanya iman didalam diri , bagaimana bisa disebut iman bila mendengar apa yang mesti di imani saja belum , belum disebut taat bila yang perlu untuk ditaati saja tidak tahu dan tidak paham . dari ayat al baqarah ayat 285 itu jelas menunjukkan bahwa rasulullah itu meng imani apa-apa yang turun kepada beliau , begitu juga orang-orang yang beriman , mereka beriman dengan apa yang diturunkan kepada rasulullah dan mentaatinya , kapan mereka beriman dan bagaimana ketaatan mereka ? mereka beriman ketika dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah dan mereka mentaatinya dengan mewujudkan dalam perbuatannya , sebagaimana didalam surat Al Anfal (8) ayat 2

اِنَّمَا الۡمُؤۡمِنُوۡنَ الَّذِيۡنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتۡ قُلُوۡبُهُمۡ وَاِذَا تُلِيَتۡ عَلَيۡهِمۡ اٰيٰتُهٗ زَادَتۡهُمۡ اِيۡمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمۡ يَتَوَكَّلُوۡنَ

" sesungguhnya orang-orang beriman itu apabila di ingatkan Allah bergetar hati hati mereka , dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Allah maka bertambahlah iman-iman mereka dan kepada rabbnya lah mereka ber tawakal "

dan itu adalah sebahagian daripada wujud iman , secara prinsip iman itu terbentuk dari adanya interaksi pendengaran dengan kalam kalam Allah , tahu dan paham dengan apa yang dikehendaki Allah dan memahami betul bahwa rasulullah sebagai pribadi yang menerima wahyu itu meng awali untuk berbuat dengan wahyu itu hingga tak ada satupun wahyu Allah itu yang tak ada rasulullah disitu , sehingga ketaatan dalam melaksanakan wahyu itu pasti ada contohnya dari rasulullah .

tulisan ini belum sampai kepada pengertian iman yang dimaksud dengan Al Iman didalam surat As Shura , tetapi secara prinsip sebagaimana didalam surat Al Baqarah 285 disitu nampak jelas bahwa adanya proses mendengar lalu taat itulah awal dari apa itu yang sebut dengan iman , kalaulah ada orang yang berbuat suatu ibadah tapi dia sendiri tidak tahu kenapa mesti berbuat tentu itu pertanyaan tersendiri yang artinya apakah perbuatan itu disebut ketaatan sedang dia sendiri tidak tahu mengapa mesti berbuat begini dan begitu , dan kalaupun tidak sama dengan apa yang diperbuat oleh rasulullah maka apakah itu wujud dari ketaatan .

ini untuk menunjukkan bahwasanya dari awal apa yang diperbuat oleh rasulullah itu dari beliau menerima surat Al Alaq hingga wahyu terakhir didalam surat Al Maidah itu bukan didasari dari pemahaman awal beliau tentang iman maupun kitab tapi murni berbuat karena beliau mengikuti wahyu , hingga jikalaupun akhirnya beliau itu paham hakikat tentang iman dan kitab tentu juga karena wahyu yang datang kepada beliau , bukan karena kepandaian beliau , bukan karena retorika akal beliau tapi murni Al Iman dan Al Kitab itulah cahaya yang menunjuki dia kepada petunjuk Nya .

Sumber Tulisan Q-Har

Tidak ada komentar:

Posting Komentar