Jumat, 26 Desember 2014

Furqan

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَتَّقُواْ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّكُمۡ فُرۡقَانٗا وَيُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّ‍َٔاتِكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Allah akan jadikan kepadamu Furqaan. Dan menjauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. ( Al Anfaal:29)

Urusan-urusan bisa menjadi kacau balau di dalam perasaan dan akal, jalan2 pun bisa menjadi kacau balau dalam pandangan dan pikiran, dan kebatilan bisa bercampur aduk di persimpangan2 jalan. Hujah atau argumentasi bisa saja membungkam lawan, tetapi belum tentu dapat memuaskan- bisa menjadikan orang terdiam, tetapi belum tentu menjadikan hati dan pikiran mau mematuhinya. Perdebatan bisa menjadi tak berguna. Dialaog dan diskusi hanya membuang tenaga dengan sia2. 

Demikianlah bila tidak terdapat ketakwaan dalam hati. Apabila ada ketakwaan maka akal akan bersinar, kebenaran menjadi jelas, jalan2 menjadi terang benderang, kalbu menjadi tenteram, hati menjadi tenang dan kaki pun menjadi mantap dan teguh di jalan Allah.



Sungguh, inilah hakekat sebenarnya, bahwa takwa kepada Allah itu menjadi furqon di dalam hati, yang menerangi jalan yang berbelok-belok, miring, dan mendaki. akan tetapi hakekat ini tak di ketahui kecuali oleh orang yang merasakannya secara praktis, karena kebenaran itu tidaklah samar bagi fitrah. fitrah itu di ciptakan dengan kebenaran, dan dengan kebenaran pula di ciptakan langit dan bumi. Akan tetapi, hawa nafsulah yang menebarkan kegelapan, menghalangi pandagan , dan mengelapkan jalan, dan menyamarkan jejak. 

Hawa nafsu tak dapat di tolak dengan argumentasi. ia hanya dapat di tolak dengan takwa, rasa takut kepada Allah, dan kesadaran bahwa ia di awasi oleh Allah baik ketika bersembunyi atau di hadapan orang lain. Karena itu, hanya Furqon lah "daya pembeda" inilah yang dapat menerangi mata batin, menghilangkan kesamaran, dan menerangi jalan iman .

Sungguh ini merupakan sesuatu yang tak ternilai harganya. pemberian yang sangat besar yang tidak dapat melakukannya kecuali Allah yang maha Pemurah dan memiliki karunia yang besar




sumber tulisan Riko Syafei

Tidak ada komentar:

Posting Komentar