Minggu, 28 Desember 2014

Kesesatan Yang Nyata


 ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻣِﻦ ﺷُﺮَﻛَﺎٓﺋِﻜُﻢ ﻣَّﻦ ﻳَﻬْﺪِﻯٓ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﻖِّ ۚ ﻗُﻞِ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻬْﺪِﻯ ﻟِﻠْﺤَﻖِّ ۗ ﺃَﻓَﻤَﻦ ﻳَﻬْﺪِﻯٓ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﻖِّ ﺃَﺣَﻖُّ ﺃَﻥ ﻳُﺘَّﺒَﻊَ ﺃَﻣَّﻦ ﻻَّ ﻳَﻬِﺪِّﻯٓ ﺇِﻻَّٓ ﺃَﻥ ﻳُﻬْﺪَﻯٰ ۖ ﻓَﻤَﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﺤْﻜُﻤُﻮﻥَ 

 Katakanlah: "Apakah sekutu-sekutumu adalah yang menunjuki kepada kebenaran ? " Katakanlah: "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka manakah yang lebih berhak diikuti,  yang membimbing kepada kebenaran itukah, ataukah yang tidak mampu membimbing bahkan perlu di bimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? - Yunus (10) 35
 
Ini diminta kepada Nabi Muhammad dan kepada kita sebenarnya, katakanlah: kata Allah, dan tanyakanlah apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran? Katakanlah: "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Bagaimana mungkin mereka bisa menunjukkan kebenaran, sementara mereka adalah sama-sama makhluk dengan kamu. Mereka juga tidak tau yang ghaib, sementara Allah tahu yang zahir dan yang bathin, tahu yang sedang terjadi dan yang akan terjadi, dan tahu yang tersembunyi. Allah-lah yang tahu kebenaran itu. Kebenaran oleh manusia itu hanyalah menurut ukuran dan pendapat-pendapatnya masing-masing. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu di bimbing?


Dalam surat lain Allah juga  telah menjelaskan kepada kita, di dalam Surat Al-'An`ām ayat 19 - 

 ﻗُﻞْ ﺃَﻯُّ ﺷَﻰْءٍ ﺃَﻛْﺒَﺮُ ﺷَﻬَٰﺪَﺓً ۖ ﻗُﻞِ ٱﻟﻠَّﻪُ ۖ ﺷَﻬِﻴﺪٌۢ ﺑَﻴْﻨِﻰ ﻭَﺑَﻴْﻨَﻜُﻢْ ۚ ﻭَﺃُﻭﺣِﻰَ ﺇِﻟَﻰَّ ﻫَٰﺬَا ٱﻟْﻘُﺮْءَاﻥُ ﻷُِﻧﺬِﺭَﻛُﻢ ﺑِﻪِۦ ﻭَﻣَﻦۢ ﺑَﻠَﻎَ ۚ ﺃَﺋِﻨَّﻜُﻢْ ﻟَﺘَﺸْﻬَﺪُﻭﻥَ ﺃَﻥَّ ﻣَﻊَ ٱﻟﻠَّﻪِ ءَاﻟِﻬَﺔً ﺃُﺧْﺮَﻯٰ ۚ ﻗُﻞ ﻻَّٓ ﺃَﺷْﻬَﺪُ ۚ ﻗُﻞْ ﺇِﻧَّﻤَﺎ ﻫُﻮَ ﺇِﻟَٰﻪٌ ﻭَٰﺣِﺪٌ ﻭَﺇِﻧَّﻨِﻰ ﺑَﺮِﻯٓءٌ ﻣِّﻤَّﺎ ﺗُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ

 Katakanlah: "Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?" Katakanlah: "Allah". Dia menjadi saksi antara aku dan kamu. Dan Al Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampai Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahwa ada tuhan-tuhan lain di samping Allah?" Katakanlah: "Aku tidak mengakui". Katakanlah: "Sesungguhnya Dia adalah Tuhan Yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan (dengan Allah)".

Kemudian di dalam Surat At-Tawbah ayat 31 Allah mengatakan -

 ٱﺗَّﺨَﺬُﻭٓا۟ ﺃَﺣْﺒَﺎﺭَﻫُﻢْ ﻭَﺭُﻫْﺒَٰﻨَﻬُﻢْ ﺃَﺭْﺑَﺎﺑًﺎ ﻣِّﻦ ﺩُﻭﻥِ ٱﻟﻠَّﻪِ ﻭَٱﻟْﻤَﺴِﻴﺢَ ٱﺑْﻦَ ﻣَﺮْﻳَﻢَ ﻭَﻣَﺎٓ ﺃُﻣِﺮُﻭٓا۟ ﺇِﻻَّ ﻟِﻴَﻌْﺒُﺪُﻭٓا۟ ﺇِﻟَٰﻬًﺎ ﻭَٰﺣِﺪًا ۖ ﻻَّٓ ﺇِﻟَٰﻪَ ﺇِﻻَّ ﻫُﻮَ ۚ ﺳُﺒْﺤَٰﻨَﻪُۥ ﻋَﻤَّﺎ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ

 Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Tanpa disadari ada yang lain yang mereka jadikan Tuhan disamping Allah yang menunjukkan kepada mereka kepada kebenaran. Padahal mereka itu perlu pula di bimbing , mereka perlu petunjuk kepada kebenaran yang haq . Bukankah terlihat jelas Nabi Muhammad SAW di bimbing langsung oleh Allah SWT ? Yaitu dengan diturunkannya Alquran kepada beliau . Beliau tidak bisa membimbing manusia kepada kebenaran yang sesungguhnya . Maka Allah turunkan kepada beliau Alquran ini melalui Malaikat Jibril dengan berangsur-angsur, maka di ajarkan kepada Nabi Muhammad tentang syari’at-syari’at Nya . Maka Nabi Muhammad diperintahkan membaca Alquran pada tengah malam, turunlah hikmah, turunlah perkataan yang berat , itulah Alquran.
Maka Allah menyindir kepada kita semua, mengapa kamu berbuat demikian ? menjadikan
manusia manusia sebagai pembimbing padahal mereka itu perlu juga di bimbing. Maka Bagaimanakah kamu mengambil keputusan?

 
Sumber Tulisan Adriman Maasin
edit by. Hamba Sahaya 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar