Senin, 05 Januari 2015

SYURGA ADALAH HARAM UNTUK LELAKI 'DAYUS'

Dari Ammar bin Yasir berkata,ia mendengar Rasulullah SAW bersabda:
"Tiga golongan yang tidak memasuki syurga yaitu: si DAYUS, si wanita yang menyerupai laki laki,dan orang yang ketagihan arak", Lalu Sahabat berkata: "Wahai Rasulullah,kami telah paham arti orang ketagihan arak,tetapi apakah itu DAYUS?", Nabi SAW menjawab: "Yaitu orang yang tidak memperdulikan siapa yang masuk (bertemu) dengan istri dan anak anaknya"
[ HR.At Thabrani ]

Dalam riwayat lain seorang Sahabat bertanya tentang siapa lelaki DAYUS dan Rasulullah menjawab,
"Apakah itu DAYUS ya Rasulullah?", Nabi menjawab: "Yaitu seorang lelaki yang membiarkan kejahatan (zina,buka aurat,bergaul bebas) dilakukan oleh ahlinya(istri dan keluarganya)"


Dalam Hadist Riwayat Ahmad dan Nasaie Rasulullah bersabda:
"Tiga golongan yang Allah tidak akan melihat(bermakna,tidak mendapat pertolongan dr azab) mereka di hari kiamat yaitu, Si pendurhaka kepada Ibu Bapaknya,perempuan yang menyerupai laki laki,dan lelaki DAYUS"
---------------------------------
Sungguh,begitu besar tanggung jawab seorang Ayah dan Suami terhadap keluarganya yang kelak harus dipertanggung jawabkan di hari kiamat.

Wahai para Suami dan Ayah..
Pertahankan dan peliharalah agama istri dan keluargamu,sekalipun nyawa adalah taruhannya,
Karena Rasulullah bersabda:
"Barang siapa yang mati dibunuh karena mempertahankan ahli keluarganya, Maka ia adalah mati syahid"
[ HR.Ahmad ]

Dan Allah Ta'ala berfirman:

.... يٰۤاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا قُوۡۤا اَنۡفُسَكُمۡ وَاَهۡلِيۡكُمۡ نَارًا وَّقُوۡدُهَا النَّاسُ وَالۡحِجَارَةُ

"Hai orang orang beriman,jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu" ....
[ QS.At Tahrim : 6 ]

Semoga Allah membimbing kaum wanita untuk tidak menjadikan Ayah dan Suami menjadi DAYUS,dengan senantiasa menjaga diri dan kehormatannya...

Aamiin Yaa Robbal'alamiin..

[ Repost status lama,berharap lebih banyak yang membaca dan mengamalkannya ]

Sumber Tulisan Yanti Jogja

Silahkan dengarkan pula rekaman kajian keluarga  DI SINI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar