Kamis, 13 November 2014

Al Haq Atas Yang Bathil



وَمَا خَلَقۡنَا ٱلسَّمَآءَ وَٱلۡأَرۡضَ وَمَا بَيۡنَهُمَا لَٰعِبِينَ  لَوۡ أَرَدۡنَآ أَن نَّتَّخِذَ لَهۡوٗا لَّٱتَّخَذۡنَٰهُ مِن لَّدُنَّآ إِن كُنَّا فَٰعِلِينَبَلۡ  نَقۡذِفُ بِٱلۡحَقِّ عَلَى ٱلۡبَٰطِلِ فَيَدۡمَغُهُۥ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٞۚ وَلَكُمُ ٱلۡوَيۡلُ مِمَّا تَصِفُونَ

Dan tidaklah Kami ciptakan Iangit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya dengan bermain-main .Sekiranya Kami hendak membuat sesuatu permainan, tentulah Kami membuatnya dari sisi Kami . Jika Kami menghendaki berbuat demikian, (tentulah Kami telah melakukannya).Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya).21; 16-18)
Sesungguhnya risalah Islam ini adalah haq dan sungguh-sungguh, sebagaimana seluruh alam semesta ini adalah haq dan sungguh-sungguh. Oleh karena itu, tidak ada tempat untuk bermain-main dalam menghadapi risalah ini.
karenanya aqidah merupakan rekomendasi untuk berhubungan dengan alam semesta yang besar ini. Hukum yang selalu akan berlaku adalah bahwa al-haq pada akhirnya pasti menang dan kebatilan akan musnah. Pasalnya, al-haq
merupakan kaedah dasar dari alam semesta ini dan unsur yang menyusun wujudnya, sedang kemenangan merupakan pengaturan hukum Allah yang tidak main-main.

Umat Yang Kokoh

لَيۡسُواْ سَوَآءٗۗ مِّنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ أُمَّةٞ قَآئِمَةٞ يَتۡلُونَ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ءَانَآءَ ٱلَّيۡلِ وَهُمۡ يَسۡجُدُو نَيُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ وَيَأۡمُرُونَ بِٱلۡمَعۡرُوفِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ ٱلۡمُنكَرِ وَيُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada suatu umat yang mantap mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud Mereka beriman kepada Allah dan hari penghabisan, mereka menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan. mereka itu termasuk orang-orang yang saleh. (3:113-114)
Sesungguhnya, kekufuran kepada kitab Allah telah melanda dan meliputi sebahagian besar dari orang-orang terdahulu yang telah di datangkan kepada mereka kitab. Namun, di masa itu ada sebahagian kecil dari ahlul kitab itu yang beriman dan selamat dari arus besar kekufuran itu, yang telah menyeret siapa saja di antara mereka menjadi kufur. Pagi dia beriman, malam kembali dia kufur.

Dan Al-Quran yang mulia ini menyebut mereka sebagai 'Ummatun Qoimatun" Umat yang kokoh dan mantap".
Sungguh, saat ini kita berada di puncak kejayaan kaum Yahudi. Mereka itu adalah orang-orang yang kufur di antara ahlul kitab. .Merekalah yang saat ini sedang berkuasa di muka bumi karena Allah telah memberi kepada mereka apa yang mereka butuhkan untuk itu.Teknologi mereka kuasai, informasi dibawa kendalinya, ilmu pengetahuan dibawah gengamannya , ekonomi dan militer di tangan mereka , karena memang ini suatu ketetapan dan keutamaan yang dikaruniakan Allah terhadap mereka.
Mereka bersama dengan orang-orang musyrik bahu membahu memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dulu. Mereka amat benci dengan orang-orang beriman. Al-Quran menyebut mereka sebagai 'Setannya orang-orang munafik'.Mereka adalah agen-agen kekufuran di muka bumi. Tidak akan ada iman dan aqidah yang akan tetap selamat di dalam hati dari hasutan mereka.
Sungguh, hanya "Ummatun Qoimatun' Suatu umat yang kokoh dan mantap itu saja yang akan selamat! Namun, adakah mereka? Di mana ?.

Buya Riko
Surabaya, 13 November 2014

Hati Yang Keras membatu

أَلَمۡ يَأۡنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن تَخۡشَعَ قُلُوبُهُمۡ لِذِكۡرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلۡحَقِّ وَلَا يَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡكِتَٰبَ مِن قَبۡلُ فَطَالَ عَلَيۡهِمُ ٱلۡأَمَدُ فَقَسَتۡ قُلُوبُهُمۡۖ وَكَثِيرٞ مِّنۡهُمۡ فَٰسِقُونَ   ٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يُحۡيِ ٱلۡأَرۡضَ بَعۡدَ مَوۡتِهَاۚ قَدۡ بَيَّنَّا لَكُمُ ٱلۡأٓيَٰتِ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. Ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya Allah menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan kepadamu tanda-tanda kebesaran (Kami) supaya kamu memikirkannya. (57: 16-17)
Apalagikah yang sedang di tunggu oleh orang-orang mukmin yang masih menunda-nunda itu untuk segera tanggap, berubah, dan berbuat. Bukankah ayat-ayat Allah sebagai rahmat telah datang menghampiri mereka, untuk menghidupkan hati dan menumbuhkan diri mereka!. Lantas, petunjuk dari siapa lagi yang sedang mereka tunggu? Ataukah, mereka ragu bahwa Allah telah menurunkan wahyu pada saat yang tidak tepat, sedangkan mereka belum lagi dalam keadaan siap.
Sungguh, tempat yang paling tandus di bumi ini yang tak dapat hidup apapun di atasnya bukanlah di gurun-gurun pasir yang panas dan kering itu. Karena, jika Allah menghendaki menurunkan hujan sebagai Rahmat-Nya, maka akan hidup dan tumbuhlah berbagai Jenis tanaman, hewan dan manusia. Tetapi, kalbu-kalbu orang-orang ahlul kitab itu lebih tandus lagi dari gurun-gurun pasir yang terik itu, karena ia adalah kalbu yang keras dan mati. Sungguhpun Allah telah merahmati mereka dengan menurunkan ayat-ayat-Nya sebagai Ruh yang dapat menghidupkan hati. Namun, tetap saja hati itu tak merespon, tak ada iman dan amal yang dapat hidup dan tumbuh di atasnya
Allahlah yang menciptakan hati manusia dan menjelaskan hakikat tentangnya. Sungguh,, tidak ada yang di tunggu-tunggu oleh orang-orang yang menunda-nunda itu kecuali mengerasnya hati-hati mereka, sebagaimana telah mengerasnya hati-hati orang-orang ahlul kitab sebelum mereka. Tidakkah berguna bagi kalian akal itu.., wahai orang-orang yang mengaku beriman!!
Buya Riko
Surabaya , 13 Nov 2014