Rabu, 31 Desember 2014

Berfikir Menurut Alquran

 إِنۡ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَيَّۚ قُلۡ هَلۡ يَسۡتَوِي ٱلۡأَعۡمَىٰ وَٱلۡبَصِيرُۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

'...Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Katakanlah: "Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?" Maka apakah kamu tidak memikirkannya' 
( al An'Am 50)

Di manakah sebenarnya letak logika dan berpikir menurut Alquran? kalo landasan perbuatan Rasulullah semata-mata hanya wahyu saja , lalu !! apa yg di maksud dengan berpikir menurut ayat ini ?
Berpikir adalah sesuatu yang di perintahkan dan di dorong oleh Alquran. Namun, berpikir yang di maksud adalah berpikir yang benar sesuai pengarahan wahyu, berada di atas wahyu itu dalam keadaan melihat dengan terang.

Minggu, 28 Desember 2014

Ke Munafiq an.... andakah ?

 اَلۡمُنٰفِقُوۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتُ بَعۡضُهُمۡ مِّنۡۢ بَعۡضٍ‌ۘ يَاۡمُرُوۡنَ بِالۡمُنۡكَرِ وَيَنۡهَوۡنَ عَنِ الۡمَعۡرُوۡفِ وَيَقۡبِضُوۡنَ اَيۡدِيَهُمۡ‌ؕ نَسُوا اللّٰهَ فَنَسِيَهُمۡ‌ؕ اِنَّ الۡمُنٰفِقِيۡنَ هُمُ الۡفٰسِقُوۡنَ
وَعَدَ اللّٰهُ الۡمُنٰفِقِيۡنَ وَالۡمُنٰفِقٰتِ وَالۡـكُفَّارَ نَارَ جَهَـنَّمَ خٰلِدِيۡنَ فِيۡهَا‌ ؕ هِىَ حَسۡبُهُمۡ‌ ۚ وَلَـعَنَهُمُ اللّٰهُ‌ ۚ وَلَهُمۡ عَذَابٌ مُّقِيۡمٌ ۙ‏

Laki-laki yang munafik dan perempuan-perempuanyang munafik,yang sebagian mereka adalah dari yang sebahagian ,(yaitu) mereka, menyuruh dengan yang munkar dan mereka melarang dari yang ma'ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. mereka Telah lupa kepada Allah, Maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itu adalah orang-orang yang fasik.  At-Taubah : 67
Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang kafir dengan neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya. cukuplah neraka itu bagi mereka, dan Allah mela'nati mereka, dan bagi mereka azab yang kekal.  At-Taubah : 68


Surah At-Taubah merupakan salah satu surah yang banyak membongkar rahasia kaum munafik, sehingga membuat munafikun menjadi kelabakan dan semakin tersudut. Setiap kebohongan yang dilakukannya, senantiasa diungkapkan oleh suara wahyu, suara kebenaran  yang datang dari menara kesucian menjelaskan tingkah laku manusia munafik, berisikan kecaman terhadap mereka yang memiliki ciri-ciri kemunafikan didalam dirinya, disanalah juga terdapat perintah kepada orang-orang beriman untuk berjihad menghadapi kemunafikan.


Fitrah Manusia

 ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻟِﻠْﻤَﻠَٰٓﺌِﻜَﺔِ ﺇِﻧِّﻰ ﺧَٰﻠِﻖٌۢ ﺑَﺸَﺮًا ﻣِّﻦ ﺻَﻠْﺼَٰﻞٍ ﻣِّﻦْ ﺣَﻤَﺈٍ ﻣَّﺴْﻨُﻮﻥٍ ﻓَﺈِﺫَا ﺳَﻮَّﻳْﺘُﻪُۥ ﻭَﻧَﻔَﺨْﺖُ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦ ﺭُّﻭﺣِﻰ ﻓَﻘَﻌُﻮا۟ ﻟَﻪُۥ ﺳَٰﺠِﺪِﻳﻦَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud . Al Hijr 28-29

Manusia adalah makhluk yang unik dalam proses penciptaannya karena ia tidak hanya di bentuk dari unsur tanah saja, namun juga di tingkatkan, di tinggikan, dan di muliakan dengan unsur ruh. Sehingga, apapun aktifitas manusia tak dapat di pisahkan dari dua karakter yang ada di dalam dirinya tersebut. Alangkah jauhnya jarak antara tanah yang rendah kemudian meningkat menjadi tubuh dari lumpur hitam yang di beri bentuk, bergerak, lalu memiliki sifat kemanusiaan.

Kesesatan Yang Nyata


 ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻣِﻦ ﺷُﺮَﻛَﺎٓﺋِﻜُﻢ ﻣَّﻦ ﻳَﻬْﺪِﻯٓ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﻖِّ ۚ ﻗُﻞِ ٱﻟﻠَّﻪُ ﻳَﻬْﺪِﻯ ﻟِﻠْﺤَﻖِّ ۗ ﺃَﻓَﻤَﻦ ﻳَﻬْﺪِﻯٓ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟْﺤَﻖِّ ﺃَﺣَﻖُّ ﺃَﻥ ﻳُﺘَّﺒَﻊَ ﺃَﻣَّﻦ ﻻَّ ﻳَﻬِﺪِّﻯٓ ﺇِﻻَّٓ ﺃَﻥ ﻳُﻬْﺪَﻯٰ ۖ ﻓَﻤَﺎ ﻟَﻜُﻢْ ﻛَﻴْﻒَ ﺗَﺤْﻜُﻤُﻮﻥَ 

 Katakanlah: "Apakah sekutu-sekutumu adalah yang menunjuki kepada kebenaran ? " Katakanlah: "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Maka manakah yang lebih berhak diikuti,  yang membimbing kepada kebenaran itukah, ataukah yang tidak mampu membimbing bahkan perlu di bimbing? Maka mengapa kamu (berbuat demikian)? Bagaimanakah kamu mengambil keputusan? - Yunus (10) 35
 
Ini diminta kepada Nabi Muhammad dan kepada kita sebenarnya, katakanlah: kata Allah, dan tanyakanlah apakah di antara sekutu-sekutumu ada yang membimbing kepada kebenaran? Katakanlah: "Allah-lah yang menunjuki kepada kebenaran". Bagaimana mungkin mereka bisa menunjukkan kebenaran, sementara mereka adalah sama-sama makhluk dengan kamu. Mereka juga tidak tau yang ghaib, sementara Allah tahu yang zahir dan yang bathin, tahu yang sedang terjadi dan yang akan terjadi, dan tahu yang tersembunyi. Allah-lah yang tahu kebenaran itu. Kebenaran oleh manusia itu hanyalah menurut ukuran dan pendapat-pendapatnya masing-masing. Maka manakah yang lebih berhak diikuti, Tuhan yang membimbing kepada kebenaran itu, ataukah orang yang tidak mampu membimbing bahkan perlu di bimbing?

Jumat, 26 Desember 2014

Furqan

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَتَّقُواْ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّكُمۡ فُرۡقَانٗا وَيُكَفِّرۡ عَنكُمۡ سَيِّ‍َٔاتِكُمۡ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلۡفَضۡلِ ٱلۡعَظِيمِ
Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Allah akan jadikan kepadamu Furqaan. Dan menjauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa)mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. ( Al Anfaal:29)

Urusan-urusan bisa menjadi kacau balau di dalam perasaan dan akal, jalan2 pun bisa menjadi kacau balau dalam pandangan dan pikiran, dan kebatilan bisa bercampur aduk di persimpangan2 jalan. Hujah atau argumentasi bisa saja membungkam lawan, tetapi belum tentu dapat memuaskan- bisa menjadikan orang terdiam, tetapi belum tentu menjadikan hati dan pikiran mau mematuhinya. Perdebatan bisa menjadi tak berguna. Dialaog dan diskusi hanya membuang tenaga dengan sia2. 

Demikianlah bila tidak terdapat ketakwaan dalam hati. Apabila ada ketakwaan maka akal akan bersinar, kebenaran menjadi jelas, jalan2 menjadi terang benderang, kalbu menjadi tenteram, hati menjadi tenang dan kaki pun menjadi mantap dan teguh di jalan Allah.

Keindahan Iman

 إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya (15:9)
وَلَقَدۡ جَعَلۡنَا فِي ٱلسَّمَآءِ بُرُوجٗا وَزَيَّنَّٰهَا لِلنَّٰظِرِينَ وَحَفِظۡنَٰهَا مِن كُلِّ شَيۡطَٰنٖ رَّجِيمٍ
             إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ فَأَتۡبَعَهُۥ 
شِهَابٞ مُّبِينٞ
 
Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya), dan Kami menjaganya dari tiap-tiap syaitan yang terkutuk, kecuali syaitan yang mencuri-curi yang dapat didengar lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang. (15:16-18)

Segalanya Hanyalah Kehendak Allah

 ﺃَﻟَﻢْ ﻳَﺮَﻭْا۟ ﺇِﻟَﻰ ٱﻟﻂَّﻴْﺮِ ﻣُﺴَﺨَّﺮَٰﺕٍ ﻓِﻰ ﺟَﻮِّ ٱﻟﺴَّﻤَﺎٓءِ ﻣَﺎ ﻳُﻤْﺴِﻜُﻬُﻦَّ ﺇِﻻَّ ٱﻟﻠَّﻪُ ۗ ﺇِﻥَّ ﻓِﻰ ﺫَٰﻟِﻚَ ﻻَءَﻳَٰﺖٍ ﻟِّﻘَﻮْﻡٍ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ
Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang dimudahkan terbang diangkasa bebas. Tidak ada yang menahannya selain daripada Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang beriman. (16:79)

Terkadang manusia berangan-angan ingin bisa hidup bebas lepas laksana burung, tak ingin ada aturan yang akan menahan dan mengekang kebebasannya. Padahal, sejauh-jauh burung terbang tetap saja akan kembali ke sarangnya. Demikianlah Ketentuan-Ketentuan Allah membatasi dan mengatur kehidupan yang mesti di jalani oleh setiap makhluk-Nya.

Alhamdulillah ...

ﻗُﻞِ ٱﻟْﺤَﻤْﺪُ ﻟِﻠَّﻪِ ﻭَﺳَﻠَٰﻢٌ ﻋَﻠَﻰٰ ﻋِﺒَﺎﺩِﻩِ ٱﻟَّﺬِﻳﻦَ ٱﺻْﻂَﻔَﻰٰٓ ۗ ءَآﻟﻠَّﻪُ ﺧَﻴْﺮٌ ﺃَﻣَّﺎ ﻳُﺸْﺮِﻛُﻮﻥَ

Katakanlah: "Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?" (27:59)

Dialah Allah yang berhak mendapatkan pujian dan pengakuan dari hamba-hamba-Nya atas nikmat-nikmat-Nya yang tak terhingga dan atas petunjuk untuk mengenal-Nya, petunjuk kepada jalan-Nya yang di pilih-Nya untuk mereka yang telah mereka terima dan mereka rasakan di setiap ketika, setiap saat, dan setiap langkah.
Alhamdulillah sesungguhnya adalah kalimat Tauhid dan syukur yang menggenangi perasaan mukmin yang kalbunya bergetar setiap kali mengingat Allah. Sadar dan mengakui bahwa wujud dirinya tidak lebih dari sekelumit curahan nikmat Ilahi yang pantas di puji dan di sanjung,
Alhamdulillah adalah kalimat Tauhid yang agung yang sepantasnya setiap mukmin mengawali pertemuan mereka, pembicaraan, berdakwah, berdiskusi, dan berdebat, dan mengakhirinya juga dengan kalimat yang sama.
Dan juga shalawat dan salam kepada para Nabi dan Rasul-Nya yang telah bertugas dan berjuang mengemban Risalah-Nya dan menyampaikan dakwah-Nya untuk mengeluarkan manusia dari segala bentuk kesyirikkan dan kejahiliyahan

sumber tulisan Riko Syafei

Sabtu, 06 Desember 2014

Dimanakah Kuasa Manusia

 اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir (39:42)

Mati itu seperti tidur! Maka, perhatikanlah manusia yang sedang tidur! Apakah yang dapat di kerjakannya? begitu rapuh tak berdaya, tak mampu menjaga dirinya sedikitpun, walau hanya untuk menghadapi seekor nyamuk atau semut kecil.
Kemanakah hilangnya daya kekuatan dan kemampuannya? Kemanakah kecerdasan dan kehebatanya? yang begitu di banggakan dan di andalkannya, yang telah membuatnya begitu percaya diri dan berlaku sombong kepada-Nya .
Dialah yang yang mematikan dan menidurkan. Kehendak-Nyalah yang menjadikan manusia bangun dan hidup dengan semua itu.
Ia sama sekali tak memiliki daya dan upaya untuk menahan Kehendak-Nya, jika Dia berkehendak mengambil semua itu, tak kuasa sedikit pun menahan kematiannya, jika waktu-Nya telah tiba. Sebagaimana ia tak kuasa walau hanya untuk sekedar menahan kantuknya agar tidak terlelap!

Hati Yang Beriman

Hati yang beriman mengetahui betapa berharganya petunjuk sesudah kesesatan, betapa berharganya pengetahuan sesudah kegelapan, betapa berharganya mampu bersikap istiqomah di atas jalan kebenaran sesudah kebingungan, betapa berharganya kemantapan terhadap kebenaran sesudah goncang dan goyang, betapa berharganya terbebas dari menyembah sesama hamba kepada menyembah Allah saja, dan betapa berharganya perhatian yang tinggi dalam urusan yang besar sesudah bermain-main dengan perhatian yang kecil dalam urusan yang rendah. Dia mengerti Allah telah memberi semua bekal itu dengan keimanan

Karena itu, dia merasa sayang kalau harus kembali kepada kesesatan, sebagaimana orang yang telah merasakan segarnya naungan merasa sayang kalau kembali ketempat yang panas terik menyengat. Dia menyadari bahwa di dalam kecerahan iman terdapat sesuatu yang manis dan tak dapat di capai kecuali oleh orang yang pernah merasakan keringnya kekufuran dan kesengsaraan yang pahit. Dan, didalam ketenangan iman terdapat sesuatu yang manis yang tidak di dapati kecuali oleh orang yang pernah merasakan kesengsaran kesesatan. Oleh karena itulah, orang-orang yang beriman menghadap kepada Rabb mereka dengan doa yang khusuk ini:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ 
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya." Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.( Ali Imran:8-9)

Iman Yang Dusta


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ    كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ 
       إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الَّذِينَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِهِ صَفًّا كَأَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَرْصُوصٌ

Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh. (As-Shaff:2-4)

Sesungguhnya risalah Islam itu adalah amanah dari Allah. Amanah yang di pikul oleh Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya. Sehingga, dengan menjadi seorang muslim berarti seseorang sebenarnya tengah membawa misi dari Allah. Yakni,untuk membebaskan seluruh manusia dari penyembahan kepada sesama hamba hingga seluruh manusia hanya menyembah kepada Allah saja. Dan mengembalikan seluruh kekuasaan dan kedaulatan itu hanya kepada-Nya
Sungguh, Dia benci dengan seorang yang mengaku muslim dan beriman bahwa Muhammad itu Rasulullah tetapi ia lebih suka sendirian. Ia beriman sendirian, beramal sendirian,dan tidak mau masuk dalam barisan. Ia engan memikul beban tugas itu, Maka, sesungguhnya ia telah berdusta atas apa yang ia katakan.