Hati
yang beriman mengetahui betapa berharganya petunjuk sesudah kesesatan,
betapa berharganya pengetahuan sesudah kegelapan, betapa berharganya
mampu bersikap istiqomah di atas jalan kebenaran sesudah kebingungan,
betapa berharganya kemantapan terhadap kebenaran sesudah goncang dan
goyang, betapa berharganya terbebas dari menyembah sesama hamba
kepada menyembah Allah saja, dan betapa berharganya perhatian yang
tinggi dalam urusan yang besar sesudah bermain-main dengan perhatian
yang kecil dalam urusan yang rendah. Dia mengerti Allah telah memberi
semua bekal itu dengan keimanan
Karena itu, dia merasa sayang kalau harus kembali kepada kesesatan,
sebagaimana orang yang telah merasakan segarnya naungan merasa sayang
kalau kembali ketempat yang panas terik menyengat. Dia menyadari bahwa
di dalam kecerahan iman terdapat sesuatu yang manis dan tak dapat di
capai kecuali oleh orang yang pernah merasakan keringnya kekufuran dan
kesengsaraan yang pahit. Dan, didalam ketenangan iman terdapat sesuatu
yang manis yang tidak di dapati kecuali oleh orang yang pernah
merasakan kesengsaran kesesatan. Oleh karena itulah,
orang-orang yang beriman menghadap kepada Rabb mereka dengan doa yang
khusuk ini:
Karena itu, dia merasa sayang kalau harus kembali kepada kesesatan,
sebagaimana orang yang telah merasakan segarnya naungan merasa sayang
kalau kembali ketempat yang panas terik menyengat. Dia menyadari bahwa
di dalam kecerahan iman terdapat sesuatu yang manis dan tak dapat di
capai kecuali oleh orang yang pernah merasakan keringnya kekufuran dan
kesengsaraan yang pahit. Dan, didalam ketenangan iman terdapat sesuatu
yang manis yang tidak di dapati kecuali oleh orang yang pernah
merasakan kesengsaran kesesatan. Oleh karena itulah,
orang-orang yang beriman menghadap kepada Rabb mereka dengan doa yang
khusuk ini:
رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan
hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada
kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena
sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).Ya Tuhan kami,
sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan
pada) hari yang tak ada keraguan padanya." Sesungguhnya Allah tidak
menyalahi janji.( Ali Imran:8-9)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar