Sabtu, 06 Desember 2014

Hati Yang Beriman

Hati yang beriman mengetahui betapa berharganya petunjuk sesudah kesesatan, betapa berharganya pengetahuan sesudah kegelapan, betapa berharganya mampu bersikap istiqomah di atas jalan kebenaran sesudah kebingungan, betapa berharganya kemantapan terhadap kebenaran sesudah goncang dan goyang, betapa berharganya terbebas dari menyembah sesama hamba kepada menyembah Allah saja, dan betapa berharganya perhatian yang tinggi dalam urusan yang besar sesudah bermain-main dengan perhatian yang kecil dalam urusan yang rendah. Dia mengerti Allah telah memberi semua bekal itu dengan keimanan

Karena itu, dia merasa sayang kalau harus kembali kepada kesesatan, sebagaimana orang yang telah merasakan segarnya naungan merasa sayang kalau kembali ketempat yang panas terik menyengat. Dia menyadari bahwa di dalam kecerahan iman terdapat sesuatu yang manis dan tak dapat di capai kecuali oleh orang yang pernah merasakan keringnya kekufuran dan kesengsaraan yang pahit. Dan, didalam ketenangan iman terdapat sesuatu yang manis yang tidak di dapati kecuali oleh orang yang pernah merasakan kesengsaran kesesatan. Oleh karena itulah, orang-orang yang beriman menghadap kepada Rabb mereka dengan doa yang khusuk ini:

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُخْلِفُ الْمِيعَادَ 
"Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya." Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.( Ali Imran:8-9)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar