ﻭَﺇِﺫْ ﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑُّﻚَ ﻟِﻠْﻤَﻠَٰٓﺌِﻜَﺔِ ﺇِﻧِّﻰ ﺧَٰﻠِﻖٌۢ ﺑَﺸَﺮًا ﻣِّﻦ ﺻَﻠْﺼَٰﻞٍ ﻣِّﻦْ ﺣَﻤَﺈٍ ﻣَّﺴْﻨُﻮﻥٍ ﻓَﺈِﺫَا ﺳَﻮَّﻳْﺘُﻪُۥ ﻭَﻧَﻔَﺨْﺖُ ﻓِﻴﻪِ ﻣِﻦ ﺭُّﻭﺣِﻰ ﻓَﻘَﻌُﻮا۟ ﻟَﻪُۥ ﺳَٰﺠِﺪِﻳﻦَ
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat:
"Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat
kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk, Maka apabila
Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniup kan kedalamnya
ruh (ciptaan)-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud .
Al Hijr 28-29
Manusia adalah makhluk yang unik dalam proses penciptaannya karena ia tidak hanya di bentuk dari unsur tanah saja, namun juga di tingkatkan, di tinggikan, dan di muliakan dengan unsur ruh. Sehingga, apapun aktifitas manusia tak dapat di pisahkan dari dua karakter yang ada di dalam dirinya tersebut. Alangkah jauhnya jarak antara tanah yang rendah kemudian meningkat menjadi tubuh dari lumpur hitam yang di beri bentuk, bergerak, lalu memiliki sifat kemanusiaan.
Ruh itulah yang telah
merubah tubuh tak bermakna itu meningkat menjadi manusia yang mulia dan
mampu berkomunikasi dengan langit, dan menerima amanah sebagai khalifah
di muka bumi, sejak awal di ciptakan.Manusia adalah makhluk yang unik dalam proses penciptaannya karena ia tidak hanya di bentuk dari unsur tanah saja, namun juga di tingkatkan, di tinggikan, dan di muliakan dengan unsur ruh. Sehingga, apapun aktifitas manusia tak dapat di pisahkan dari dua karakter yang ada di dalam dirinya tersebut. Alangkah jauhnya jarak antara tanah yang rendah kemudian meningkat menjadi tubuh dari lumpur hitam yang di beri bentuk, bergerak, lalu memiliki sifat kemanusiaan.
Karenanya, kesempurnaan manusia di tetapkan pada kemampuannya untuk menjadikan kedua karakter itu berimbang. Beratnya tarikan darah dan daging ke bumi akan di imbangi dengan kuatnya tarikan kepada ketinggian oleh ruh ke langit. Orang yang berusaha memandulkan potensi fisiknya dan membunuh sifat-sifat hewan dalam dirinya berarti dia telah menghancurkan eksistensi kemanusiaanya yang unik. Hal ini, sama saja dengan menelantarkan dan membunuh potensi ruhnya yang non hewan seperti beriman kepada Allah dan hari akhir. Sebagaimana yang kita lihat di dalam pandangan filsafat materialisme tentang manusia, dan juga pemikiran-pemikiran sufisme dari berbagai agama
Sungguh, ke dua kutub pemikiran tersebut adalah musuh bagi manusia, karena ke duanya tidak sejalan dengan fitrah manusia. Kalau itu terjadi, berarti manusia menginginkan dirinya untuk menjadi makhluk yang tidak sesuai dengan harapan Allah. Manusia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah merusak senyawa yang telah Allah peruntukkan buat dirinya..
Syariat Islam di tegakkan berdasar karakter-karaktek yang ada pada manusia sehingga tidak menghancurkan potensi kemanusiaannya. Syariat Islam menghendaki adanya keseimbangan dan tidak boleh ada tindakan yang berat sebelah karena akan berakibat kepada penelantaran aspek yang lain. Rasulullah mengingkari niat orang yang hendak menjadi rahib dengan tidak mau menikah,, orang yang berniat untuk selamanya berpuasa, dan orang yang hendak melaksanakan shalat malam tanpa tidur. Manusia harus menjaga karakteristik dirinya dan dia akan di minta pertanggungan jawab di hadapan Allah. Syariat Islam telah di siapkan Allah untuk menjaga agar kemanusiaan ini tetap terpelihara.
ﻓَﺄَﻗِﻢْ ﻭَﺟْﻬَﻚَ ﻟِﻠﺪِّﻳﻦِ ﺣَﻨِﻴﻔًﺎ ۚ ﻓِﻂْﺮَﺕَ ٱﻟﻠَّﻪِ ٱﻟَّﺘِﻰ ﻓَﻂَﺮَ
ٱﻟﻨَّﺎﺱَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ۚ ﻻَ ﺗَﺒْﺪِﻳﻞَ ﻟِﺨَﻠْﻖِ ٱﻟﻠَّﻪِ ۚ ﺫَٰﻟِﻚَ ٱﻟﺪِّﻳﻦُ
ٱﻟْﻘَﻴِّﻢُ ﻭَﻟَٰﻜِﻦَّ ﺃَﻛْﺜَﺮَ ٱﻟﻨَّﺎﺱِ ﻻَ ﻳَﻌْﻠَﻤُﻮﻥَ
Maka sempurnakanlah dirimu untuk dien yang hanif , fitrah Allah yang telah di fitrahkan manusia diatas fitrah itu , tidak ada perubahan atas penciptaan Allah , demikian itu karena dien itu telah sempurna akan tetapi banyak manusia yang tidak mengetahui Ar Rum 30
Tidak ada komentar:
Posting Komentar